Bikin Sadar Raja, Abu Nawas Ajak Nongkrong di Kuburan

ABU Nawas suatu hari terlihat sedang menyendiri di sebuah tempat sepi di samping kuburan. Sosok humoris itu terlihat sangat aneh.

Peristiwa tersebut ternyata diketahui Baginda Raja. Dia lalu menghampiri Abu Nawas untuk menanyakannya.

“Wahai Abu Nawas, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Baginda Raja, seperti dikutip dari kanal YouTube Humor Sufi Official, Kamis (28/12/2023).

“Aku sedang merenungi kehidupan ini, Paduka Raja,” jawab Abu Nawas.

Kemudian dia bercerita kepada Baginda Raja tentang siksaan neraka bagi orang-orang yang lalai.

Tanpa diduga, Baginda Raja seketika menangis hingga air mata membasahi janggutnya.

“Wahai Abu Nawas, nasihatilah aku,” pinta Baginda Raja.

Abu Nawas bercerita dan meminta Baginda Raja untuk melihat kuburan para pemimpin sebelumnya sebagai peringatan besar.

“Mereka telah berada dalam waktu yang lama berada di istana dengan berfoya-foya dan kenikmatan kegembiraan,” kata Abu Nawas.

Menurut Abu Nawas, sangat disesalkan perbuatan buruk itu dan sangat memalukan. Mereka pun belum sempat memperbaiki karena sudah meninggal dunia.

“Ketahuilah Paduka Raja, cepat atau lambat kita akan mati. Mempertanggungjawabkan perbuatan kita,” tutur Abu Nawas menasihati.

Nasihat Abu Nawas membuat Baginda Raja makin gelisah. “Lalu apa yang harus aku lakukan, supaya Allah Subhanahu wa Ta’ala senang kepadaku?” tanyanya.

“Berbuatlah apa-apa yang membuat senang makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala” jawab Abu Nawas.

“Apa yang harus aku lakukan agar bisa membuat senang makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala?” tanya Baginda Raja lagi.

“Jadilah pemimpin yang adil dan bijak. Apa yang kau anggap layak bagimu, jangan kau anggap layak bagi orang lain,” ujar Abu Nawas menjelaskan kepada Baginda Raja.

“Dengarlah keluhan dan permohonan orang-orang tertindas, berikan jawaban terbaik, buktikan bahwa kau ingin bermurah hati dan juga berikan keputusan yang adil,” jawab Abu Nawas.

“Kau benar Abu Nawas, kau telah memberikan nasihat-naselihat yang baik, aku akan melunasi utang-utangmu,” balas Baginda Raja.

“Wahai Baginda Raja, utang dibayar utang, tidak akan ada habisnya. Harta dan kekuasaanmu adalah milik rakyatku, dan janganlah menolongku,” jelas Abu Nawas.

Baginda Raja pun memerintahkan Abu Nawas untuk meminta sesuatu yang lain dari dirinya.

Abu Nawas pun berkata agar Baginda Raja mengikuti perkataannya. “Tetapi sangat menyedihkan kebesaran dan kemegahan dunia ini telah membuat hatimu sedemikian keras sehingga nasihatku tidak berpengaruh padamu.”

Setelah mengucapkan itu, Abu Nawas pergi berlalu dari hadapan Baginda Raja.

Allahu a’lam.

Mungkin Anda Menyukai