Debat Pilpres Keempat soal Lingkungan, Simak Visi Hijau Mahfud MD

Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan digelar keempat kalinya pada Minggu (21/1/2024) pukul 19.00 WIB.

Debat keempat Pemilu 2024 akan mempertemukan para calon wakil presiden (cawapres). Debat kali ini mengangkat tema energi, sumber daya alam, sumber daya manusia, pajak karbon, lingkungan hidup dan agraria, serta masyarakat adat.

Wakil Deputi II Generasi Y dan Z Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud, Achyar Al Rasyid menyerukan kepada para Tim Pemenangan Muda, Relawan dan Pendukung Ganjar-Mahfud untuk menyebarkan Visi-Misi dan Program-Program Ganjar-Mahfud di seluruh media sosial dalam rangka menyambut debat Cawapres.

“Saya meminta kepada seluruh pendukung Ganjar-Mahfud untuk menyemarakan debat cawapres dengan mengupdate program-program Ganjar-Mahfud yang bisa di download https://visimisiganjarmahfud.id , atau bisa juga membuat dengan kreatifitas sendiri”, ujar Achyar Al Rasyid.

Achyar juga menyakini program-program Ganjar-Mahfud terkait tema debat kali ini sangat komprehensif dibanding dengan program-program capres-cawapres yang lain.

Selanjutnya ketika ditanya terkait dengan tema debat, achyar mengatakan bahwa Ganjar-Mahfud berkomitmen terhadap meningkatkan proporsi energi terbarukan (EBT) dalam matriks energi nasional menjadi 30% pada tahun 2030 sesuai dengan kesepakatan Paris Agreement.

Achyar Al Rasyid juga mengungkapkan bahwa masalah hutan di Indonesia juga masih menjadi aspek yang sangat krusial. Contoh nyata proyek strategis nasional “Food Estate” banyak menuai kritikan yang justru memunculkan krisis iklim. Greenpeace Indonesia menyebut bahwa 3 juta hektar hutan berpotensi hilang akibat proyek tersebut.

Ganjar-Mahfud fokus pada pemulihan hutan di Indonesia yang rusak menjadi lahan produktif dengan melibatkan masyarakat adat dalam program restorasi hutan dan mendorong kebijakan yang mendukung penggunaan lahan yang berkelanjutan.

Achyar Al Rasyid yang juga mengatakan bahwa data dari Inspektur Panas Bumi Ditjen EBTKE (Kementerian ESDM) masih tinggi. Tercatat ketergantungan penggunaan energi di Indonesia terhadap minyak bumi masih 32,2%. Sementara ketergantungan pada Batu Bara 37,2% dan Gas 18,9%. Melalui inisiatif pemberian insentif fiskal bagi aktor-aktor yang berinvestasi dalam energi terbarukan, dan membangun infrastruktur untuk mendukung pengembangan sumber energi terbarukan.

Lebih lanjut Achyar mengatakan bahwa seperti apa yang disampaikan Ganjar Pranowo, adalah bahwa kita boleh melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam namun tetap harus memperhatikan hal-hal yang substansial.

“Saya kita hal yang disampaikan oleh Pak Ganjar terkait Ecology, Sosial, and Good governance atau ESG merupakan sebuah hal yang harus menjadi patokan bagi setiap orang yang ingin bergerak dalam pengelolaan sumber daya alam, bahkan kedepan Pak Ganjar menyampaikan bagi pelaku bisnis yang menerapkan nilai-nilai ESG ini akan diberikan sebuah insentif baik itu berupa insentif pajak ataupun hal lainnya yang menjadi reward dari pemerintah, tidak hanya sekedar punishment”, terang Achyar Al Rasyid.

Achyar juga menambahkanapa yang dikatakan oleh Ganjar Pranowo bahwa jika terpilih nanti, Ganjar Pranowo akan menerapkan sebuah ekosistem ekonomi sirkular yang memperdayakan anak muda dan juga mendorong agar sekolah dan perguruan tinggi juga turut andil dalam gagasan ini dengan membuka sebuah program studi baru yang nantinya ini sebagai bentuk investasi sosial mempersiapkan anak-anak muda Indonesia agar pemikiran idenya dapat berkembang menjadi sebuah gagasan riset dan pembangunan terkait dengan hal ini, serta kedepannya dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Mungkin Anda Menyukai