Ganjar Pranowo Temui Ribuan Kader FBR di Cakung, Angkat Isu Akses BLT Tak Merata

Calon Presiden Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menyambangi acara deklarasi 10.000 massa kader Forum Betawi Rempug (FBR) yang mendukung dirinya untuk maju dalam pemilu presiden 2024. Ganjar dengan semangat berapi-api menyalakan antusiasme ribuan kader FBR dengan sambutannya di atas panggung deklarasi tersebut.

 

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyebutkan sejumlah isu yang menjadi keluhan masyarakat se-Indonesia. Hal ini disampaikannya berdasarkan pengalamannya setelah berkeliling Nusantara di masa kampanyenya. Ganjar menyebutkan banyak masyarakat mengeluhkan ihwal bantuan pemerintah berupa BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang tidak merata.

 

“Kami bertemu masyarakat dan mereka bertanya kepada kami, pak Ganjar kenapa bantuan BLT-nya tidak merata?,” lugas Ganjar disambut sorak sorai ribuan massa FBR, Sabtu (6/1/2024).

Selepas Ganjar mengatakan hal tersebut, puluhan ribu massa FBR berteriak kompak guna mengamini isu BLT tersebut. Suami dari Siti Atikoh itu pun ikut berkelakar bersama massa lantaran sambutan meriah atas isu yang disebutnya tersebut.

“Ada yang menerima BLT disini? Yang menerima BLT boleh angkat tangan. Loh tidak ada ya? Berarti makmur semua disini,” ucap Ganjar sembari tersenyum lepas.

Ganjar pun menjelaskan, problematika tidak meratanya penerimaan BLT, rata-rata dikeluhkan karena penerima BLT tidak melulu masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi.

 

“Saya sampaikan kepada bapak ibu sekalian, mereka yang memang tidak mampu, dia lah yang berhak mendapatkan bantuan (BLT). Setuju?,” tegas Ganjar.

 

Capres dengan pasangan Cawapres Mahfud MD itu bertanya kepada massa FBR, apakah sudah sepantasnya kalangan mampu harus menerima BLT. Sontak, puluhan ribu massa FBR berteriak tidak setuju lantaran memahami apa yang disampaikan Ganjar tersebut.

 

“Tidak kan? Itu lah cara kita punya rasa kemanusiaan. Tetapi kasihan kan ada masyarakat tidak mampu tetapi tidak mendapatkan BLT. Itu lah kenapa kita mencoba mengulak-ulik kenapa permasalahan ini terjadi,” tutur Ganjar.

 

Ganjar mengatakan, permasalahan tidak meratanya BLT tersebut lantaran banyaknya data kependudukan yang tidak valid. Untuk itu, Ganjar menyerukan agar masyarakat menggunakan KTP sebagai pendataan utama masyarakat.

 

“Maka bapak ibu, semuanya, sudah memiliki KTP, itu lah yang akan kami gunakan untuk pendataan. Insya Allah tepat,” katanya.

 

“Dan kalau kemudian sudah tepat, maka siapa yang berhak mendapatkan bantuan dan tidak mendapatkan bantuan, akan kita pastikan. Saya dan pak Mahfud akan menyiapkan itu semua,” tegas Ganjar.(msar)

Mungkin Anda Menyukai