Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter

Gunung Merapi kembali muntahkan awan panas, Rabu (24/1/2023/4) sore. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tehnologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Awan Panas Guguran di Gunung Merapi terjadi pukul 15:56 WIB.

 

Awan panas guguran kali ini memiliki Amplitudo max 51 mm berdurasi 168.28 detik, jarak luncur maksimal 1800 meter ke Barat Daya (Kali Bebeng). Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin Timur Tenggara

 

“Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya yang direkomendasikan,” tulis BPPTKG.

 

BPPTKG menulis dalam pengamatan dari pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 19 kali gempa guguran dengan Amplitudo : 3-18 mm, Durasi : 41.6-160.12 detik. Aktivitas kegempaan lain justru tidak terpantau.

 

BPPTKG mengungkapkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

 

“Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi dan diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi,” tambahnya.

 

(msar)

Mungkin Anda Menyukai