Pertamina Ajak Mahasiswa Penerima Beasiswa Sobat Bumi Percepat Transisi Energi

PT Pertamina (Persero) melibatkan penerima Beasiswa Sobat Bumi melalui program Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SOBI) untuk mendorong transisi energi mencapai net zero emission (NZE) 2050. Salah satu implementasinya membangun DEB SOBI Universitas Pertamina (UPER) di Bogor sebagai sentra produksi tahu berskala rumahan.

 

“Harapannya DEB SOBI yang sudah dijalankan bisa bermanfaat dan tereplikasi ke desa-desa lainnya sehingga meningkatkan kemandirian masyarakat dari segi ekonomi dan energi,” VP CSR & SMEPP Management Pertamina Fajriyah Usman dalam acara peresmian DEB SOBI, di Bojongkulur, Bogor, baru-baru ini.

 

Dia mengatakan, setiap desa ini mampu menghasilkan 50 kilogram tahu atau setara dengan 2.000 potong tahu. Namun, limbah produksi yang dihasilkan belum dikelola dengan baik sehingga berdampak negatif bagi kesehatan warga setempat.

 

Menjawab permasalahan tersebut, para penerima Beasiswa Sobat Bumi Universitas Pertamina mengimplementasikan pengolahan limbah cair hasil produksi tahu menjadi energi alternatif hybrid, yakni kombinasi biogas dengan panel surya. Penggunaan energi alternatif ini juga dikenalkan kepada masyarakat.

 

Selain menghadirkan energi alternatif, mereka melakukan penghijauan desa dengan menanam 750 bibit pohon penyerap karbon lewat Aksi Sobat Bumi. “Aspek pemberdayaan masyarakat juga mereka lakukan dengan pelatihan pembuatan aneka olahan tahu,” tutur Fajriyah.

 

Fajriyah mengapresiasi keterlibatan penerima beasiswa untuk mendukung program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, Desa Energi Berdikari. Baginya, keterlibatan mereka membantu misi Pertamina untuk mengenalkan transisi energi dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

 

Kini, terdapat 24 program DEB SOBI dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia, di antaranya pembangkit listrik tenaga surya (18 program), gas metana dan biogas (1 program), dan energi hybrid dari tenaga surya dan biogas (5 program).

 

Sebelum diimplementasikan ke masyarakat, proposal DEB SOBI diuji dan dinilai langsung oleh pihak Pertamina serta ekspertis di bidang EBT dan pemberdayaan masyarakat. Poin-poin yang diperhatikan dalam program DEB SOBI antara lain kebermanfaatan EBT untuk perekonomian masyarakat, keandalan dan keterjangkauan energi, kelembagaan dan pengetahuan terhadap desa, dan kapabilitas dari para penerima beasiswa dan mentornya.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi Pertamina Foundation Yulius S. Bulo mengatakan, DEB SOBI merupakan terobosan DEB Pertamina dengan cara melibatkan perguruan tinggi sebagai mentor penerima beasiswa dan pendamping desa sasaran selama jangka waktu 3-5 tahun sampai dengan tercapai status Desa Energi Berdikari penuh.

 

“Ke depan kami harap, lokasi-lokasi DEB SOBI menjadi tempat penelitian para mahasiswa dan implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM),” jelas Bulo.

 

Sementara, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Pertamina Muhammad Husni Mubarak menjelaskan, DEB SOBI membuat mahasiswa lebih peka dan terampil untuk menyelesaikan isu-isu di masyarakat khususnya terkait pencemaran lingkungan dan ekonomi kemasyarakatan.

 

“Mereka juga menjadi paham tentang penerapan sustainability di tengah masyarakat, lewat energi baru terbarukan dan penghijauan,” ujarnya.

 

(msar)

Mungkin Anda Menyukai