Sat Set Capai Indonesia Unggul, Ganjar Akan Bentuk Kabinet Sesuai Skill dan Ekspertis

Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo berkesempatan untuk menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara sarasehan bersama eksponen, alumnus, dan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Jakarta pada hari Kamis 18 Desember 2023 silam.

Pada kesempatan tersebut, Ganjar mengungkapkan objektivitas serta ketegasannya dalam memilih barisan kabinet serta pengisi jabatan lain di pemerintahan saat dirinya terpilih nanti.

Dengan kata lain, para menteri, komisaris, dan pejabat lainnya nanti akan murni dipilih berdasarkan ekspertis masing-masing untuk dapat bekerja dengan efisien mencapai Indonesia Unggul. Memberantas KKN memang menjadi salah satu program prioritas pasangan Ganjar-Mahfud.

Hal tersebut dibuktikan dengan ucapan mantan Gubernur Jawa Tengah ini untuk menegakkan meritokrasi di lingkungan pemerintahan, mulai dari Kabinet hingga BUMN.

Namun, tidak menutup kemungkinan relawan pendukung pasangan presiden-wakil presiden nomor urut 3 ini untuk berada di jabatan pemerintahan atau BUMN, namun relawan itu harus memenuhi persyaratan, kemampuan, serta dianggap mampu untuk memikul tanggungjawab yang akan diberikan dengan baik.

“Dengan adanya informasi ini, semoga membakar api optimis untuk pendukung pasangan Ganjar-Mahfud yang benar-benaringin membawa Indonesia lebih siap dalam menyongsong Indonesia Emas, menjadi lebih maju dan unggul dimulai dengan memberantas KKN di tingkat pemerintahan dan BUMN,” kata Aryo Notowidigdo, perwakilan TPM atau Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud pada keterangannya di Jakarta (31/12/2023).

TPM sangat antusias menyambut komitmen sikat korupsi yang digaungkan oleh Ganjar-Mahfud dan hal ini tentunya dengan menempatkan individu – individu yang kompeten dan ini tidak menutup kemungkinan bagi relawan yang memang ekspertis di bidang tersebut. Sehingga, diharapkan para pemegang kepentingan dapat bekerja sat set mewujudkan Indonesia Unggul serta tulus melayani rakyat.(msar)

Mungkin Anda Menyukai