Tungku Smelter Morowali Meledak, Pemerintah Didukung Pidanakan Perusahaan Tak Patuh Aturan

Tungku smelter di Kawasan Industri Morowali kembali meledak. Tungku yang meledak kali ini milik PT Sulawesi Mining Investment, pada Jumat, 19 Januari 2024.

 

Lembaga Transparansi Anggaran dan Anti Korupsi Indonesia (Lemtaki) mendukung pernyataan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) untuk memproses hukum perusahaan yang tidak patuh terhadap aturan.

 

Penegasan LBP untuk memproses hukum bukan sebatas investasi di Morowali tapi semua investasi yang tidak mematuhi aturan perundangan di Indonesia.

 

Peristiwa ledakan pada 24 Desember 2023 lalu yang menelan korban 20 meninggal, dan puluhan lainnya dirawat. Sementara kejadian 19 Januari, dikabarkan sejumlah orang jadi korban. Lemtaki juga sedang menyoroti keberadaan sebuah perusahaan manufaktur di Serang, Banten.

 

“Masyarakat sekitar pabrik menjadi terganggu aktivitasnya karena dampak operasional dari perusahaan tersebut. Maka pihak-pihak terkait diminta untuk menindaklanjuti laporan yang sudah disampaikan selama ini,” jelasnya.

 

“Jangan menunggu ada korban yang jatuh, aparat terkait baru melakukan tindakan,”sambung Edy.

 

Lebih lanjut Edy menekankan, Lemtaki sedang menginventarisir masalah dan keluhan masyarakat di sekitar lokasi.

 

Pasalnya, kepulan asap hitam lebih menunjukkan pengelolaan bahan-bahan industri berbahaya dibanding sekedar pengelolaan besi dan baja sebagaimana pada profil perusahaan tersebut.

 

“Sesuai arahan pak Luhut, kita akan melakukan investigasi atas perusahaan tersebut. Nanti kita akan melaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum Kepolisian dan KLHK, termasuk melaporkan kepada Menko Marves agar diberikan atensi tindak lanjutnya,”tutup Edy. (msar)

Mungkin Anda Menyukai